Please Wait, Loading...

Friday, 12 November 2010

Mengenal Cups


CUPS atau Common Unix Printing System, adalah suatu perangkat lunak yang didesain untuk berfungsi sebagai layer printing portable berbasis Unix dengan menggunakan protocol IPP untuk mengatur proses kegiatan cetak mencetak dari aplikasi seperti web browser, aplikasi perkantoran, dan sebagainya.  
            Desain CUPS berfungsi sebagai layer printing portable, maksud dari layer printing portable adalah CUPS akan dapat bekerja pada semua sistem yang menggunakan basis Unix, termasuk linux dan solaris. Sedangkan protocol yang digunakan CUPS yaitu Internet Printing Protocol atau yang disingkat dengan IPP, dimana IPP merupakan standarisasi baru dalam membantu melakukan proses pencetakan, proses ini mendapat dukungan dari Printing Working Group atau yang disingkat dengan PWG, PWG adalah Program Industri dan Teknologi Standar IEEE Oragnisasi dengan cakupan organisasi yang termasuknya yaitu printer dan produsen multi fungsi perangkat, pengembang server point, penyedia sistem operasi dan aplikasi manajemen pengembang cetak. Kelompok ini dipercayakan untuk mengembangkan dan membuat  printer, multi fungsi perangkat dan aplikasi dan sistem operasi yang mendukung agar dapat kompatible dan memiliki kinerja yang baik dan stabil.
           
            Penetapan siapa saja yang dapat diijinkan dalam melakukan proses cetak mencetak dokumen dapat diatur di CUPS, dan selain itu pula CUPS tidak lebih dari hanya sekedar cetak mencetak untuk printer-printer IPP, proses lain yang dapat digunakan untuk diantaranya printer lokal, remote server print Unix atau bahkan server print Samba, tidak menutup kemungkinan juga sistem-sistem lain yang dikembangkan oleh pengguna itu sendiri, istilah pengembangan sistem CUPS oleh pengguna bisa disebut sebagai backends, dimana perijinan untuk sistem pencetakan melalui semua jenis jaringan dan ke semua jenis printer dengan atribut adanya driver yang dibuat sendiri.     
            Konfigurasi CUPS sudah didesain sebegitu cerdas, dimana CUPS dapat mengatur berbagai kelas-kelas atau group-group dari printer-printer, dan mengijinkan pengguna untuk mencetak dengan printer yang tersedia.
Bebrapa hal mengenai yang wajib untuk di tulis kembali yaitu diantaranya :
  1. cupsd.conf
  2. mime.convs
  3. printers.conf


Posted By adminblog09:41

Saturday, 6 November 2010

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 6 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 06:00 WIB

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 6 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 06:00 WIB.
I. Hasil Pemantauan Pada pukul 00:00-06:00 WIB, erupsi G. Merapi masih dan sedang terjadi dengan intensitas yang tinggi. Rentetan awanpanas masih terus berlangsung sepanjang dini hari hingga pagi ini.
Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantauan secara instrumental dan visual.
1. Kegempaan Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:
    
2. Visual Laporan pengamat dari pos pengamatan G. Merapi, mengatakan, bahwa mulai pukul 00:00-06:00 WIB, semua pengamat melaporkan bahwa G. Merapi tertutup kabut pekat. Namun, suara gemuruh masih bisa terdengar dari jarak 20 km.
II. Awas Lahar Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak G. Merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitar G. Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar.
III. Kesimpulan Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 6 November 2010 dari pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 06:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi sangat tinggi dengan ditunjukkan adanya awanpanas beruntun. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar serta wilayah yang aman bagi para pengungsi diubah dari di luar radius 15 km, menjadi di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.


IV. Rekomendasi Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
  2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Baratlaut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat,  K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
  3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
  4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
  5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
  6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 
sumber berita : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=69:laporan-aktivitas-g-merapi-tanggal-6-november-2010-pukul-0000-sampai-dengan-pukul-0600-wib&catid=49:merapi

Posted By adminblog17:51

Friday, 5 November 2010

Doa Untuk Jogja dan Indonesia ku

        Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون), kalimat inilah yang sepatutnya bagi kaum muslimin untuk di ucapkan ketika di timpa musibah, ketabahan dan diterima dengan penuh ikhlas adalah hal yang semestinya dari pada kita harus menyalahkan. 
       Semoga kita semua diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini, mari kita doa kan bersama untuk saudara-saudara kita di jogja dan untuk indonesia, semoga Alloh SWT senantiasa melindungi kita semua aminnn..., dan bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban lahar panas maupun awan panas, semoga mereka cepat diberikan kesembuhan. serta bagi yang meninggal dunia semoga amal dan kebaikan di dunia di terima oleh Alloh SWT dan diampuni dosa-dosanya, Aminn
     Untuk radius daerah merapi sampai cakupan 45,5 km bisa di download atau klik image di http://resumedini.blogspot.com/p/radius-zona-merapi-terbaru.html

Posted By adminblog18:00

Wednesday, 3 November 2010

Import File DMP ke Oracle

EXP dan IMP adalah  utilitas yang umumnya berada dalam direktori bin oracle / $ dan terinstal ketika Oracle diinstal. Tujuan utama adalah untuk memindahkan objek logis dari dan ke database masing-masing, misalnya membuang semua tabel yang dimiliki oleh seorang pengguna ke sebuah file tunggal dicapai dengan menggunakan utilitas exp. Penting untuk membedakan antara dumping data dalam cara ini dan back up database yang biasanya dicapai dengan menggunakan utilitas RMAN.

Pertanyaanya bagaimana mengimport  file dump ke Oracle dengan modus cmd atau DOS?
Berikut merupakan langkah-langkah dalam import file dump :
1. Tempatkan file dump pada directory yang sesuai pada tampilan DOS umumnya memiliki format C:\Document and Setting\administrator>
2. Ketikan imp <username>/<password>@<oracle_sid> file=<nama_file_dmp.dmp> full=y
Contoh kasusnya adalah :
Suatu file dmp dengan nama : basisku.dmp, file dump tersebut ditempatkan di directory C:\Document and Setting\administrator, file dump tersebut akan di importkan ke schema database dengan nama schema adalah admin yang memilki password sys12345, dengan SID database adalah lokal.

Dari proses import akan dikehendaki Untuk mengimpor database penuh.
Solusinya yaitu ketikan pada DOS sebagai berikut :

C:\Document and Setting\administrator>imp admin/sys12345@lokal file=basisku.dmp full=y

Semoga bermanfaat, ...

Posted By adminblog20:07