Please Wait, Loading...

Friday, 8 April 2011

ABAP Programming I


Pengantar
Alhamdullilah, akhirnya dengan padatnya aktivitas keseharian, bisa menyempatkan untuk berlatih menulis kembali, pada kesempatan kali ini penulis akan menuliskan mengenai ABAP Programming, dalam tema ini memang tidak dipungkiri kalo kajiannya akan sangat panjang dan meluas, akan tetapi sedikit demi sedikit penulis akan memaparkan dengan pengetahuan yang penulis peroleh, semoga kajian mengenai ABAP Programming dapat bermanfaat bagi para pengunjung blog ini, terima kasih,

Definisi ABAP Programming

ABAP atau yang memiliki kepanjangan " Advanced Business Application Programming " adalah suatu software yang  pada intinya digunakan untuk membuat laporan umum. ABAP masuk dalam kategori bahasa tingkat tinggi dimana untuk sintaksnys menurut penulis mirip dengan bahasa COBOL. ABAP masuk golongan sebahai bahasa generasi ke-4 ( 4GLs ), dimana ABAP pertama kali dikembangkan pada tahun 1980-an.

ABAP sebagai salah satu bahasa yang pertama kali memasukan konsep Logic Database (LDBs), yang artinya adalah memberikan abstraksi tingkat tinggi dari database tingkat dasar. ABAP secara konten sangat berhubungan erat dengan SAP, dimana dengan maksud awalnya adalah digunakan untuk membuat suatu laporan umum, dengan pemrograman ABAP suatu laporan dan interface pengguna dapat dikembangkan.

Beberapa hal yang disimpulkan penulis dalam mempelajari pemrograman ABAP yaitu :
1. Memahami mengenai sintaks SQL / desain database relasional.
2. Memahami mengenai konsep Pemrograman Orientasi Object.
3. Pemrograman klien/server.

Operasional  ABAP Programming di System SAP

Mungkin sebelum menjalankan ABAP perlu diketahui pula bahwa keberadaan Program ABAP ada di dalam database SAP, program-program ini tidak disimpan dalam file yang terpisah layaknya Java atau C++ dan program lainnya.
Didalam database pengkodean ABAP terdiri dari dua bentuk yaitu :
1. Source kode, yang dapat diedit dengan alat  ABAP Workbench
Suatu ABAP Workbench berisi alat yang berbeda untuk program editing. Yang paling penting dari ini adalah (kode transaksi yang ditampilkan dalam tanda kurung) :
    a. ABAP Editor, untuk menulis dan mengedit laporan, kolam modul, termasuk dan kolam subroutine (SE38)
    b. ABAP Dictionary, untuk pengolahan tabel database definisi dan mengambil jenis global (SE11)
    c. Menu Painter, untuk merancang antarmuka pengguna (menu bar, toolbar standar, toolbar aplikasi, fungsi 
tugas kunci) (SE41)
    d. Screen Painter, untuk layar merancang dan logika aliran (SE51)
    e. Function Builder, untuk modul fungsi (SE37)
    f.  Class Builder, untuk kelas Objects ABAP dan interface (SE24)
    Suatu catatan disini  ABAP Workbench (SE80 transaksi) menyediakan antarmuka tunggal terintegrasi ke dalam berbagai alat.

2. Representasi biner yang agak sebanding dengan Java.

Operasional ABAP dikendalikan oleh sistem runtime, dimana sistem runtime ini merupakan bagian dari kernel SAP, yang memiliki tugas sebasgai berikut :
1. Running applications, Semua aplikasi ABAP berjalan pada prosesor perangkat lunak (mesin virtual) dalam komponen ini.

Posted By adminblog15:00

Tuesday, 25 January 2011

Keimanan dan Fenomena Alam Crop circle

 Yogyakarta bagi penulis memang istimewa dan sangat istimewa, akan tetapi “keistimewaan yogyakarta” ini apakah ada hubungannya dengan fenomena alam yang mengegerkan masyarakat beberapa hari ini? Jawabnya adalah ada  pada diri pembaca sekalian, bagaimana memaknai suatu kata “istimewa yogyakarta” yang meiliki sudut pandang yang luas.

Keistimewaan dalam tulisan ini secara otomatis tidak terkait dengan keistimewaan yang sedang dibahas oleh wakil-wakil rakyat, keistimewaan ini adalah keistimewaan dari munculnya fenomena alam yang muncul kembali dan mungkin pertama kali muncul di kota yogyakarta atau malah yang pertama kali ada di Indonesia. Fenomena alam ini yaitu fenomena terciptanya suatu lingkaran yang dalamnya adalah suatu simbol.

Secara umum fenomena ini disebut dengan Crop circle, pengertian dari Crop circle adalah suatu aneka pola teratur yang terbentuk secara misterius di ladang tanaman, dimana pola-pola ini diciptakan atau dibuat dengan cara merobohkan tanaman seperti pada tanaman padi, gandum, jagung, barley, rye, lobak dan lain sebagainya. Crop circle lebih dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman

Fenomena ini terjadi di Yogyakarta pada tanggal  24 Januari 2011 daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto, Berbah, di Sleman, Yogyakarta. Crop circle  tidak jauh tercipta dari beberapa hari yang lalu setelah adanya fenomena alam “Halo Matahari”.

Dokumentasi dari kasus-kasus crop circle mulai terdokumentasikan di tahun 1970-an sampai dengan saat ini, dimana kurang lebihnya sudah 26 negara melaporkan sekitar sepuluh ribu crop circle.

Berbagai pendapat masyarakat indonesia menyebutnya, bahwa crop circle merupakan  “Jejak UFO ( Unidentified Flying Object )” ada pula yang menyebutnya bahwa crop circle merupakan faktor kesengajaan yang diciptakan oleh manusia untuk tujuan-tujuan tertentu.

Crop circle merupakan suatu fenomena alam yang misterius dalam kejadiannya, jika ditinjau dari sudut pendapat terciptanya karena faktor kesengajaan yang diciptakan oleh manusia untuk tujuan-tujuan tertentu, penulis mendapatkan sumber data metode dari dibuatnya Crop circle. Metode pembuatan Crop circle biasanya dibuat semalam, akan tetapi ada pula yang telah dibuat pada siang hari, ada beberapa macam metode yang digunakan diantaranya :
  1. Dengan cara mengikatkan salah satu ujung tali ke titik jangkar dan ujung lain ke papan yang akan digunakan untuk menghancurkan maupun merobohkan tanaman.
  2. Metode yang kedua yaitu dengan cara menggunakan alat bantu mesin roller rumput, yang dioperatori oleh petani tersebut atau si pembuat.
Pertanyaannya sekarang bagaimana dengan pendapat masyarakat mengenai pendapat yang kedua “Jejak UFO?” hal tersebut adalah sebuah misterius yang sampai saat ini “Jejak UFO” sendiri masih dalam penelitian dan pengkajian, ada beberapa sumber mengemukakan bahwa UFO dalam ilmu pengetahuan adalah tidak ada dan sampai saat ini belum diketemukan mengenai adanya UFO.

Semua masyarakat bebas mengemukakan pendapatnya, yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai hamba Alloh swt tidak meyakini atau apalagi mengkaitkan suatu fenomena Crop circle dengan hal-hal yang bertentangan dalam agama kita, kata lain dari ajaran islam adalah mengaitkan dengan kemusyrikan.

Untuk fenomena Crop circle yang tercipta di Sleman Yogyakarta bagi penulis berpendapat sebagai berikut :
  1. Fenomena ini perlu dijadikan sebagai bahan pengkajian  bagi institusi-institusi perguruan tinggi sebagai bahan penelitian dari berbagai disiplin ilmu.
  1. Secara keabstrakannya fenomena ini adalah Wallahualam bi shawab  “Hanya Alloh saja yang maha mengetahui”  bagaiman kejadian yang sebenarnya, karena jika kita meninjau di dalam surat Al Baqarah ayat 117, Allah berfirman: mengenai penciptaan  “Ku fayakun” tersebutlah bahwa :
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.”

Makna “Kun fayakun” inilah menekankan adanya nuansa kekuasaan mengalir dalam penciptaan. Kekuasaan ini merupakan potensi tunggal yang bersemayam dalam Kesejatian Tuhan sebagai sumber segala sesuatu yang mutlak dan tanpa sekutu.

Allah memberikan kesempatan yang luas kepada umat manusia untuk belajar dan mempelajari berbagai fenomena alam raya ini. Umat manusia diberikan keluangan kemungkinan untuk mengeksplorasi obyek ciptaan-Nya secara terus menerus. Akan tetapi dalam proses pembelajaran ini, Allah tetap menunjukkan adanya kuasa tunggal tanpa sekutu, yaitu memaknai Kunfayakun.

Demikian pemaparan fenomena Crop circle  yang telah menghebohkan kembali masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, semoga dari fenomena-fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, dapat menjadikan referensi bagi kita untuk lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Alloh, dan dapat pula dijadikan bahan pengkajian yang positif dalam bidang ilmu pengetahuan, seperti halnya orang bijak mengatakan bahagia dunia adalah dengan ilmu, bahagia akherat juga dengan ilmu pula. Wassalam,,,
Semoga bermanfaat.



Posted By adminblog10:15

Friday, 21 January 2011

Membangun Kalkulator Unlimited Menggunakan Delphi

      Berikut adalah sebuah kalkulator yang sengaja dibuat menggunakan Delphi, kelebihan dari kalkulator ini adalah memiliki trayicon yang unik, untuk mempercantik sebuah aplikasi dan juga berfungsi sebagai indikator bahwa aplikasi tersebut sedang dioperasikan.Untuk membuat kalkulator tersebut, berikut adalah sourcode nya, yang kemungkinan bagi pengunjung blog ini ingin mempelajari sebagai bahan referensi, penulis juga melampirkan file exe nya yang terkemas dalam file kompresi rar, yang bisa di unduh ke link berikut, demikian semoga bermanfaat..  



Unit UCalculator; 
Interface
Uses
  Windows, Messages, SysUtils, Classes, Graphics, Controls, Forms, Dialogs,
  ExtCtrls, xpPanel, StdCtrls, xpEdit, xpButton, xpWindow, xpBitBtn,
  ImgList, CoolTrayIcon, TrayIcon;

Type
  TForm1 = class(TForm)
    xpPanel1: TxpPanel;
    layar: TxpEdit;
    satu: TxpButton;
    dua: TxpButton;
    lima: TxpButton;
    enam: TxpButton;
    sembilan: TxpButton;
    tiga: TxpButton;
    empat: TxpButton;
    tujuh: TxpButton;
    delapan: TxpButton;
    nol: TxpButton;
    enter: TxpButton;
    clear: TxpButton;
    kali: TxpButton;
    bagi: TxpButton;
    tambah: TxpButton;
    kurang: TxpButton;
    koma: TxpButton;
    tutup: TxpBitBtn;
    ImageBarUp: TImageList;
    TrayIconBarUp: TCoolTrayIcon;
    TrayNotifyBarUp: TTrayNotifyIcon;
   
    procedure tutupClick(Sender: TObject);
    procedure tambahClick(Sender: TObject);
    procedure satuClick(Sender: TObject);
    procedure duaClick(Sender: TObject);
    procedure tigaClick(Sender: TObject);
    procedure empatClick(Sender: TObject);
    procedure limaClick(Sender: TObject);
    procedure enamClick(Sender: TObject);
    procedure tujuhClick(Sender: TObject);
    procedure delapanClick(Sender: TObject);
    procedure sembilanClick(Sender: TObject);
    procedure nolClick(Sender: TObject);
    procedure clearClick(Sender: TObject);
    procedure kurangClick(Sender: TObject);
    procedure enterClick(Sender: TObject);
    procedure bagiClick(Sender: TObject);
    procedure kaliClick(Sender: TObject);
    procedure komaClick(Sender: TObject);
  

Private
    { Private declarations }
  

Public
    { Public declarations }
  end;

Var
  Form1: TForm1;

implementation

{$R *.DFM}

// variabel dengan tipe global //
Var
   FTombol : real;
   Operasi : string;

procedure TForm1.tutupClick(Sender: TObject);
begin
application.terminate;
end;

//Inisialisasi Untuk Operasi Penjumlahan
procedure TForm1.tambahClick(Sender: TObject);
begin
     Operasi := 'jumlah';
     FTombol := StrToFloat(Layar.Text);
     Layar.Clear;
end;

procedure TForm1.satuClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.duaClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.tigaClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.empatClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.limaClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.enamClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.tujuhClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.delapanClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.sembilanClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.nolClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

procedure TForm1.clearClick(Sender: TObject);
var
   AHitung, SAngka : real;
   Hasil : string;
begin
Layar.Clear;
Hasil :='0' ;
end;

//Inisialisasi Untuk Operasi Pengurangan
procedure TForm1.kurangClick(Sender: TObject);
var
     Angka: real;
     TeksLayar: string;
begin
     Operasi := 'kurang';
     FTombol := -(StrToFloat(Layar.Text));
     Layar.Text := TeksLayar;
     Layar.Clear;
end;

//Prosesing pemanggilan inisialisasi dan algoritma penghitungan
procedure TForm1.enterClick(Sender: TObject);
var
   AHitung, SAngka : real;
   Hasil : string;

begin
    SAngka := StrToFloat(Layar.Text);
    Begin
      if operasi = 'jumlah' then
      AHitung := FTombol + SAngka;
      Hasil := FormatFloat('0.#####', AHitung);
      Layar.Text := Hasil;
    End;

    Begin
      if operasi = 'bagi' then
      AHitung := FTombol/SAngka;
      Hasil := FormatFloat('0.#####', AHitung);
      Layar.Text := Hasil;
    End;

    Begin
      if operasi = 'kali' then
      AHitung := FTombol*SAngka;
      Hasil := FormatFloat('0.#####', AHitung);
      Layar.Text := Hasil;

   End;

    Begin
      if operasi = 'kurang' then
      AHitung := FTombol + SAngka;
      Hasil := FormatFloat('0.#####', AHitung);
      Layar.Text := Hasil;
    End;
end;

//Inisialisasi Untuk Operasi Pembagian
procedure TForm1.bagiClick(Sender: TObject);
begin
     Operasi := 'bagi';
     FTombol := StrToFloat(Layar.Text);
     Layar.Clear;
end;

//Inisialisasi Untuk Operasi Perkalian
procedure TForm1.kaliClick(Sender: TObject);
begin
     Operasi := 'kali';
     FTombol := StrToFloat(Layar.Text);
     Layar.Clear;
end;

procedure TForm1.komaClick(Sender: TObject);
begin
layar.Text := layar.Text + (sender as txpbutton).caption;
end;

end.





Posted By adminblog15:29

Wednesday, 19 January 2011

Iseng-Iseng di Regedit XP

     Hari ini begitu pusing memikirkan integrasi delphi ke FTP untuk perijinan r-w- hmm hmmhmm.. saking pusingnya, tak disangka iseng-iseng ke regedit XP kira-kira bisa apa tidak jika disebelah jam kita imbuhin atribut "malam/pagi" sesuai jam yang ditetapkan, dan hasilnya bisa, seperti halnya pada gambar disamping ini. Pertanyaannya bagaimana cara menampilkan hal tersebut, caranya begitu mudah yaitu : saudara masuk ke regedit (ketikan regedit di start menu "run") kemudian pilih HKEY_CURRENT_USER > Control Panel >> Klik 2x untuk atribut s2359, lakukan modifikasi dan kelar dech. Langkah secara visualnya, ditunjukan di gambar yang berada di bawah ini. Semoga bermanfaat...


Posted By adminblog15:55